Majalahku Yang Hilang – Majalah Teknologi Dan Strategi Militer (TSM)

MAJALAH TEKNOLOGI DAN STRATEGI MILITER (TSM)

Majalah mengenai strategi militer ini menjadi pioner bagi majalah yang membahas tentang teknologi dan strategi militer, mesin perang serta cerita cerita sejarah tentang peperangan yang legendaris. Sayang sekali majalah ini sekarang hilang dari peredaran. meskipun sekarang banyak majalah-majalah sejenis, tapi TSM tetap lah yang terbaik.

Edisi perdana yang terbit tahun 1987 diisi sambutan dari : Menteri Pertahanan Keamanan Republik Indonesia – Poniman, Menteri Negara Riset dan Teknologi / Ketua BPP-Teknologi – Prof. DR. ING. B.J. Habibie, menteri Luar Negeri – Prof. DR. Mochtar Kusuma Atmadja, serta Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia – Jend. L.B. Moerdani.

Majalah ini membuka wawasan dalam bidang teknologi dan konsepsi strategi militer bagi masyarakat. Situasi yang ada ketika majalah ini terbit adalah kondisi dan stabilitas dikawasan asia tenggara belum stabil dan masih rawan. Sehingga banyak isyu-isyu berkenaan dengan dunia militer yang dapat diangkat dan dibahas dimajalah ini.

Edisi Perdana ini, no. 1/tahun I/1987 (liat gambar) mengangkat judul-judul pada cover depannya :
- Agresi ke Indonesia, kemungkinannya?
- Penuturan jenderal Soeharto tentang Trikora
- Lima tahun perang Falklands

Di edisi perdana ini juga dibahas tentang Teknologi Abrams M1 sebagai MBT, Main Battle Tank (tank tempur utama). Yang pada akhir tahun 1984 lebih dari 2000 unit telah diproduksi oleh pabrik tank AD di Lima, Ohio, Detroit. Juga dibahas Teknologi pesawat Harrier yang merupakan pesawat dengan teknologi V/STOL – Vertical / Short Take Off and Landing (kemampuan mendarat dan tinggal landas pendek / vertikal), yang lulus ujian pada perang di kepulauan Falkland.

Sebagai cerita sejarah diangkat kisah Dien Bien Phu 1954. Salah satu perang besar yang terjadi di abad 20. Perang ini lah yang menyebabkan AS tidak bisa menghindari keterlibatan dalam perang vietnam, dan menyembunyikan dari mata dunia. Perang ini unik, karena disinilah bangsa asia membuktikan bisa memenangi perang melawan kolonialisasi barat dan eropa.

Saya masih duduk di bangku SMP ketika majalah ini terbit. Dengan harga Rp. 3500.-/eksemplar, majalah ini terbit sekali sebulan. Untung bagi saya karena orangtua saya berlangganan majalah ini. Yang membuat senang waktu itu adalah bonus poster yang selalu ada disetiap terbitnya edisi baru TSM. Maklum ketika seumuran itu saya lebih condong menyukai hal-hal yang berbau visual. Tapi saya bersukur ketertarikan secara visual tersebut membuat saya akhirnya benar-benar tertarik dengan majalah ini.

Kekurangan majalah ini adalah kertasnya yang mudah lepas dari jilidnya, sehingga membuat kita harus extra hati-hati membacanya. Diawal-awal terbitnya banyak terjemahan dari artikel yang bersalahan. Seperti bridge sering diartikan jembatan, padahal diartikel tersebut mengandung arti anjungan. Mungkin penerjemahnya bukan orang yang meminati masalah teknologi dan peralatan tempur.

Sayang sekali sekarang majalah ini hilang dari peredaran. Entah apa alasannya saya tidak sempat mengikuti wafat-nya majalah ini. Mungkin harga produksi yang semakin tinggi jadi penyebabnya. Atau munculnya majalah-majalah kompetitor seperti majalah Angkasa dan majalah commando, menyebabkan majalah ini kolap. Bagi saya TSM tetap lah yang terbaik.

Sampai sekarang saya masih menyimpan banyak majalah ini, walaupun tidak lengkap. dihari-hari santai saya membaca ulang majalah ini. Terutama tentang kisah-kisah perang besar dan legendaris. Bagaiman perang bisa merubah dunia dan hidup seseorang. Bagaimana kekejaman dan kisah-kisah heroik bisa saling berhadapan atau malah saling berdampingan. Kita yang tidak mengalami perang memang harus mengetahui kepedihan dan kesedihan akibat perang dari kisah-kisah ini. Sehingga kita bisa belajar untuk saling menghargai sesama manusia dan tidak menciptakan perang baru. Sehingga membuat dunia dan hidup ini damai sentosa.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s